NKB. No.36 – 46 PELAYANAN FIRMAN Kasih Allah kepada mahkluk-Nya Pagi dan Malam

NKB. No.36 – 46
PELAYANAN FIRMAN

Kasih Allah kepada mahkluk-Nya
Pagi dan Malam

NKB 36 – TERANG MENTARI DATANGLAH
Terang mentari datanglah dan g’lap enyah.
Bagi-Mu, Allah yang Esa dan mulia,
pujian syukur kami t’rus naikkanlah.

Kasih-Mu bagai bintang t’rang di malam g’lap.
Setiap pagi rahmat-Mu Kaub’ri tetap.
Berkat-Mu pada kami pun takkan lenyap.

Tak kami memahami hal yang menjelang,
berkat kasih-Mu hati pun teguh, tenang.
Dan kami melayani-Mu dengan senang.

NKB 37 – TERBITLAH KINI SANG MATAHARI
Terbitlah kini Sang Matahari
sebagai tanda hari yang baru.
Seluruh alam diterangi
dan kegelapan sudah berlalu.

Lebih dahulu kita lakukan:
Mengucap syukur kepada Tuhan,
Karena Dia yang menjadikan
malam gelap dan siang terang.

Seluruh satwa riang bernyanyi
menyambut pagi dengan ceria
Kita pun patut bert’rima kasih
kepada Allah, Maha Pencipta.

Apapun juga kita lakukan
di dalam tugas dan tutur kata
kita lakukan di dalam Tuhan,
sambil bersyukur kepada Allah.

NKB 38 – T’LAH LEWAT MALAM YANG GELAP
T’lah lewat malam yang gelap,
datang hari yang cerah!
Dan rasa takut pun lenyap,
jiwaku bersukalah!

Sungguh nyata damai sorga
membuatku bergemar
Kasih Mukhalis bagiku
jadi harta yang besar

Dihapus-Nya air mataku
dan hatiku pun senang
Mulailah kembaraku
yang menuju sorga t’rang.

Pernah ‘ku dilingkupi g’lap,
namun Allah b’ri terang.
Dan damai milikku tetap
kar’na sorga kujelang.

Kuasa Yesus, Tuhanku,
membuatku jayalah;
Bernyanyi riang hatiku:
‘ku dibasuh darah-Nya.

Meski berliku jalanku
dan bahaya kutempuh,
Tetaplah sukacitaku
kar’na Yesus panduku.

NKB 39 – DIKAU, ALLAH, KUSEMBAH
Dikau, Allah, kusembah
pada pagi yang cerah,
syukurku kepada-Mu
atas tiap kurnia.

‘Kau telah menjagaku
pada malam yang gelap,
pada hari ini pun
bimbing langkahku tetap.

Sinar-Mu bercahyalah
di seluruh dunia,
juga dalam hatiku
kasih-Mu pun nyatalah.

Oleh kuasa Roh Kudus
basuh dosaku cemar,
baharui hidupku
agar jiwaku gemar.

NKB 40 – MATAHARI BERSINAR
Matahari bersinar di pagi hari.
Hari teang, semua hidup kembali.
Bunga mekar, alam segar
memuji-Mu Allah nan besar.

NKB 41 – FAJAR MEREKAH
Fajar merekah, surya benderang
danau dan lembah tampak cemerlang.
Unggas pun terbang, kusuma mekar,
kasih terbentang di alam segar.

Bapa mulia, agung nama-Mu,
kuasa yang megah ada pada-Mu.
Hanya Dikaulah patut disembah,
Pemb’ri kurnia bagi manusia.

Oh, ampunilah kami yang sesat,
dan jauhkanlah dari penjerat.
Kasih-Mu besar bagi dunia,
kami bergemar sujud menyembah.

Nyata kasih-Nya pada manusia,
Allah Yang Esa layak disembah.
Kristus datanglah agung dan megah;
malampun enyah, fajar merekah.


NKB 42 – FAJAR MENYINGSING
Fajar menyingsing indah bagaikan
t'rang yang mengiring sabda Tuhan.
Puji Khalikmu atas ciptaan
tiap pagi baru kurnia Tuhan!

Indahnya hujan dan matahari;
ciptaan Tuhan s’lalu segar.
Puji Khalikmu kar’na di bumi
pohon bertumbuh, bunga mekar

Siang dan malam, t’rang serta hujan,
indahnya alam karya Tuhan.
Puji Khalikmu yang menciptakan
hari yang lalu, hari depan!

NKB 43 – SINAR MATAHARI PAGI
Sinar matahari pagi
menerangi muka bumi
menjemput seg’nap ciptaan
memuliakan nama Tuhan.

Manusia Kauciptakan
dengan s’gala kemuliaan,
acapkali tak bersyukur,
bahkan sikapnya takabur.

Saat ‘ku terjaga lagi,
lalu kuucapkan janji,
kepada-Mu, Sang Pencipta
atas s’luruh alam raya.

Syukur kami pun panjatkan
atas hidup yang Kaub’rikan,
hari baru kini datang,
pimpin kami t’rus berjuang.

NKB 44 – YA TUHAN, HARI T’LAH BERAKHIR
Ya Tuhan, hari t’lah berakhir,
Kau ganti malam yang teduh;
pujian pagi kami ganti
pujian malam bagi-Mu.

Syukur! Gereja-Mu berjaga
menurut jam gilirannya,
tetap umat-Mu beribadah
seputar bola dunia.

Berurut pulau dan benua
menyambut fajar yang cerah,
tak putus umat-Mu semua
bersilih-ganti menyembah.

Di sini hari sudah lalu,
di sana pagi merekah;
selalu oleh suara baru
karya-Mu dimuliakanlah!

Sedangkan kuasa dunia goncang,
kekal ya Tuhan, takhta-Mu;
akhirnya bangsa-bangsa datang
menyambut kerajaan-Mu.

NKB 45 – PUJIAN MALAM YANG TENANG
Pujian malam yang tenang
pada-Mu, Allah, Sumber t’rang
Berilah aku berteduh
di bawah sayap rahmat-Mu.

Ampuni dosa-dosaku
yang kuperbuat kepada-Mu
agar berdamai hatiku
dengan-Mu dan sesamaku.

Buatlah jiwaku tent’ram
lelap tidur dengan tenang,
hingga di pagi hari yang cerah,
bagi-Mu aku bekerja.

Jika gelisah tidurku,
berikanlah sentosa-Mu,
Jauhkan mimpi yang seram,
agar tidurku pun tent’ram.

Nanti pun malam ‘kan lenyap
diganti siang yang tetap,
puji-pujian dariku,
tak putus-putus bagi-Mu!

Pujilah Khalik semesta,
Sumber segala kurnia,
sorga dan bumi puji t’rus,
Sang Bapa, Putra, Roh Kudus.

NKB 46 – NYANYIAN MALAM YANG TEDUH
Nyanyian malam yang teduh
mengalun syahdu dan merdu
memuji nama-Mu.

Lembah yang hijau dan tenang,
gugusan bukit terbentang,
betapa indahnya.

Bulan dan bintang berseri,
menghias alam yang sepi,
Engkaulah Penciptanya.

Meskipun malam yang gelap,
cahaya Tuhanku tetap
bersinar bagiku.

Syukur, ya Tuhan, t’rimalah
atas berkat karunia
Kaub’rikan padaku.

Sekarang tubuhku lelah,
pada-Mu aku berserah,
ya Tuhan, jagalah.

posted under | 0 Comments

NKB. No.32 – 35 PELAYANAN FIRMAN Kasih Allah kepada mahkluk-Nya Penciptaan dan Pemeliharaan

NKB. No.32 – 35
PELAYANAN FIRMAN

Kasih Allah kepada mahkluk-Nya
Penciptaan dan Pemeliharaan

NKB 32A – ATAS BUMI NAN PERMAI
Atas bumi nan permai, atas langit nan cerah
atas kasih tersemai dalam hidup semesta:
Kristus, kami naikkanlah syukur, puji, dan sembah.

Atas tiap kurnia pada pagi dan petang
atas bukit dan lembah, surya, bintang yang terang:
Kristus, kami naikkanlah syukur, puji, dan sembah.

Atas kasih yang mesra di antara manusia,
atas sanak saudara dalam sorga dan dunia:
Kristus, kami naikkanlah syukur, puji, dan sembah.

Atas g’reja yang betah dalam doa dan kerja,
atas kurban baktinya bagi Raja Semesta:
Kristus, kami naikkanlah syukur, puji, dan sembah.

NKB 32B – ATAS BUMI NAN PERMAI
Atas bumi nan permai, atas langit nan cerah
atas kasih tersemai dalam hidup semesta:

Kristus, kami naikkanlah
syukur bagi-Mu dalam puji dan sembah.

Bagian lirik lainnya sama dengan NKB 32a.


NKB 33 – AGUNG KASIH-MU, ALLAH BAPA
Agung kasih-Mu, Allah Bapa,
sandang pangan cukup Kauberi
aku mau memuji-Mu s’lama-lamanya.
‘Kau bak angin yang segar; berhembuslah!

Jangan cemas, hai umat Allah!
Tuhan tetap mencukupimu.
Kasih-Nya amat besar dinyatakan-Nya.
Bunga dihiasi-Nya; betapa kau?

Salomo tiada mengimbangi
keindahan bakung di lembah
yang tidak menghasilkan jubah sehelai.
Janganlah engkau gentar. Allah setia!

NKB 34 – SETIA-MU TUHANKU, TIADA BERTARA
Setia-Mu Tuhanku, tiada bertara
Di kala suka, di saat gelap
Kasih-Mu Allahku, tidak berubah
Kaulah Pelindung abadi, tetap.

Refrein :
Setia-Mu, Tuhanku, mengharu hatiku
Setiap pagi bertambah jelas
Yang kuperlukan tetap Kauberikan
Sehingga akupun puas lelas.

Musim yang panas, penghujan, tuaian,
surya, rembulan, di langit cerah,
bersama alam memuji, bersaksi
akan setia-Mu yang tak bersela.

Damai-Mu Kauberi, dan pengampunan
dan rasa kuatir pun hilang lenyap
kar’na ku tahu pada masa mendatang
Tuhan temanku di t’rang dan gelap.

NKB 35 – SELURUH ALAM TAK HENTI
Seluruh alam tak henti memuliakan Hu;
Mentari, bintang berseri bernyanyilah merdu.
Samud’ra raya, hujan pun mengiringnya serta
memuji riang bertekun Sang Khalik semesta.

Penghuni laut semesta dan unggas yang terbang,
Memuji Tuhan, Khaliknya, bersyukur bersenang.
Dan kita pun sepatutnya meniru contohnya:
Memuji Allah yang esa dengan lagu megah.

Kub’rikan seluruh hidupku pada-Mu, Tuhanku;
Baik jiwa maupun ragaku menjadi milik-Mu
B’ri kasih-Mu di hatiku tetap berkuasalah
Sehingga seg’nap hidupku menjunjung Dikaulah.

posted under | 0 Comments

NKB. No.24-31 MENGHADAP ALLAH Kyrie dan Gloria

NKB. No.24-31
MENGHADAP ALLAH

Kyrie dan Gloria

NKB 24 – TUHAN, KASIHANILAH KAMI
Tuhan, kasihanilah kami.
Kristus, kasihanilah kami.

NKB 25 – TUHAN, KASIHANI KAMI
Tuhan, kasihani kami,
Tuhan, kasihani kami.

NKB 26 – TUHAN, AMPUNI KAMI
Tuhan, ampuni kami,
Kristus, ampuni kami!
Tuhan, ampuni kami,
Kristus, ampuni kami!

NKB 27 – TUHAN, AMPUNILAH
Tuhan, ampunilah,
Kristus, ampunilah,
Tuhan, ampunilah!

NKB 28 – YA, TUHANKU, KASIHANILAH DAKU
Ya Tuhanku, kasihanilah daku;
Ya Tuhanku, kasihanilah daku.

NKB 29 – YA TUHANKU, YA TUHANKU
Ya Tuhanku, kasihani daku;
Ya Tuhanku, kasihani daku;
Ya Tuhanku, ya Tuhanku, kasihani daku.

NKB 30A – HORMAT BAGI SANG BAPA
Hormat bagi Sang Bapa,
dan bagi Anak-Nya dan Roh Kudus,
Yang sejak mulanya ada,
sekarang dan selamanya,
akan tetap. Amin, Amin.

NKB 30B – HORMAT BAGI SANG BAPA
Lirik idem NKB 30a.

NKB 31 – KAMI NAIKKAN PUJI DAN SYUKUR
Kami naikkan puji dan syukur
Bagi Allah Mahaesa:
Bapa, Anak, dan Roh Penghibur,
kini, tetap selamanya

Sukacita, damai ilahi
jangan Kaubiarkan pergi
namun b’rikanlah dalam hati
membuat hidup berseri

posted under | 0 Comments

NKB. No.15-23 MENGHADAP ALLAH Pengampunan Dosa

Pengampunan Dosa

NKB 15 – Hidup Yang Penuh Berbeban

Hidup yang penuh berbeban dan terasa berat,

ringan semua di Kalvari kar’na Yesus dekat.

Ringan semua di Kalvari, Kalvari, Kalvari;

ringan semua di Kalvari kar’na Yesus dekat.

Segenap kekuatiranmu s’rahkan kepada-Nya

ringan semua di Kalvari kar’na Yesus dekat.

Air mata pahit pedih, Yesus tahu benar,

ringan semua di Kalvari kar’na Yesus dekat.

NKB 16 – ‘Ku Amat Haus Di Gurun Dosa

‘Ku amat haus di gurun dosa dan cela,

tak kudapatkan air yang segar.

Tetapi ‘kuhampiri salib Golgota,

‘ku dapat air hidup yang benar.

Minum pada sumber air hidup,

puas jiwaku, bersuka hatiku;

Minum pada sumber air hidup,

o ajaib dan berlimpah bagiku!

Segarlah air hidup dari Allahku,

membuat hatiku t’rus bergemar;

Anug’rah dan kemuliaan pun milikku,

tetap kupuji Allah yang besar.

Pendosa, tak inginkah ‘kau ke Kalvari?

Di sana air t’lah berbual t’rus.

Bagimu air itu bebas diberi;

Jiwamu puas oleh Penebus.

NKB 17 – Agunglah Kasih Allahku

Agunglah kasih Allahku, tiada yang setaranya;

Neraka dapat direngkuh, kartika pun tergapailah.

Karena kasih-Nya agunglah, Sang Putra menjelma,

Dia mencari yang sesat dan diampuni-Nya.

Refrein :

O kasih Allah agunglah, tiada bandingnya

Kekal, teguh, dan mulia dijunjung umat-Nya.

Pabila zaman berhenti dan takhta dunia pun lebur,

meskipun orang yang keji telah menjauh dan tekebur,

namun kasih-Nya tetaplah, teguh dan mulia.

Anug’rah bagi manusia, dijunjung umat-Nya.

Andaikan laut tintanya dan langit jadi kertasnya,

andaikan ranting kalamnya dan insan pun pujangganya,

takkan genap mengungkapkan hal kasih mulia

dan langit pun takkan lengkap memuat kisahnya.

NKB 18 – Pintu Gerbang Terbukalah

Pintu gerbang terbukalah

sehingga tampak cah’ya,

yang dari salib asalnya,

besarlah kasih Allah.

Betapa dalam kasih-Nya,

Pintu gerbang terbukalah!

Ya, bagiku, terbuka bagiku!

Pintu gerbang terbukalah

mengundang yang berdosa,

baik kaya, miskin masuklah,

pun s’gala suku bangsa.

Berjalanlah tetap teguh

meski set’ru menghadang

terus pikullah salibmu

dan raihlah jejamang.

K’lak salib kita campakkan

di dalam k’rajaan-Nya.

Mahkota kita dapatkan

berkat pengurbanan-Nya.

NKB 19 – Dalam Lautan Yang Kelam

Dalam lautan yang kelam terancam jiwaku,

Dalam dosa tengggelam, hilang harapanku.

Tapi Tuhan berkenan dengar seruanku,

lalu ku dis’lamatkan Mukhalisku.

Kasih kudus! Kasih kudus!

Yang t’lah mengangkatku: kasih kudus!

Kasih kudus! Kasih kudus!

Yang t’lah mengangkatku: kasih kudus!

Kasih-Nya kudus, besar, patut kubalaslah;

Kar’na itu ‘ku gemar agungkan nama-Nya

Kuserahkan hidupku bulat kepada-Nya

Melayani Tuhanku selamanya!

‘Kau yang hampir tenggelam pandanglah pada-Nya!

Tuhan Yesus t’lah menang: ‘kau ‘kan diangkat-Nya!

Laut yang mengamuk pun dibuat-Nya reda.

Yesus mau menolongmu: percayalah!

NKB 20 – Batu Karang Yang Teguh

Batu karang yang teguh, ‘Kau tempatku berteduh,

Kar’na dosaku berat dan kuasanya menyesak.

Oh, bersihkan diriku, oleh darah lambung-Mu.

Walau aku berjerih dan menangis tak henti,

apapun usahaku tak menghapus dosaku.

Hanya oleh kurban-Mu, Kaus’lamatkan diriku.

Tiada lain kupegang, hanya salib dan iman;

dalam kehampaanku, kudambakan rahmat-Mu

Tanpa Dikau, Tuhanku, tak ‘kan hidup jiwaku.

Bila tiba saatnya kutinggalkan dunia

dan Kaupanggil diriku ke hadapan takhta-Mu.

Batu Karang yang teguh, ‘Kau tempatku berteduh

NKB 21 – ‘Ku Diberikan Kidung Baru

‘Ku diberikan kidung baru

oleh Yesus Tuhanku

irama lagu paling mulia,

kidung kasih yang merdu

Hatiku bersukacitalah, bersukacitalah, bersukacitalah.

Hatiku bersukacitalah di dalam Yesus Tuhanku.

‘Ku mengasihi Tuhan Yesus

yang tersalib bagiku;

segala dosaku dihapus-Nya

hingga baru kidungku.

Kumuliakan kasih Yesus

dalam lagu yang merdu

kelak malaikat dalam sorga

mengiringi kidungku

NKB 22 – Walau Dosamu Merah

Walau dosamu merah, akan putih dan bersih;

Walau dosamu merahakan putih dan bersih.

Walaupun merah bak kirmizi,‘kan putih bersih.

Walau dosamu merah,walau dosamu merah;

akan putih dan bersih,akan putih dan bersih.

Dengar suara menghimbau:“Hai, kembali pada-Ku.”

Dengar suara menghimbau:“Hai, kembali pada-Ku.”

Sangat besar kasih sayang-Nyaagung dan ajaib

Dengar suara menghimbau,dengar suara menghimbau:

“Hai, kembali pada-Ku;Hai, kembali pada-Ku.”

Tuhan mau mengampuni,melupakan dosamu;

Tuhan mau mengampuni,melupakan dosamu.

“Pandanglah Aku, wahai umat!”,sabda Tuhanmu.

Tuhan mau mengampuni,Tuhan mau mengampuni,

melupakan dosamu,melupakan dosamu;

NKB 23 – Di Dalam Kasih Yang Teguh

Di dalam kasih yang teguh

t’lah datang Yesus Tuhanku,

menghapus aib dan dosaku,

Dia mengangkatku.

Dari lembah ‘ku direngkuh

dengan tangan-Nya yang lembut

gelap lenyap terbitlah t’rang,

O syukur, ‘ku diangkat-Nya.

Suara-Nya t’lah kudengar

memanggil aku yang cemar

meskipun dosaku besar

Dia mengangkatku.

Duri menusuk dahi-Nya,

nyeri terpaku tangan-Nya

semua kar’na kasih-Nya

Dia mengangkatku.

Semakin tinggi kutempuh,

semakin damai hatiku,

sebab kasih-Nya yang penuh;

Dia mengangkatku.

posted under | 0 Comments

NKB. No.9 – 14 MENGHADAP ALLAH Pengakuan Dosa

Pengakuan Dosa

NKB 9 – Engkau Sabar Menanti

Engkau sabar menanti, sedikit tak jemu

menunggu kubukakan bagi-Mu pintuku.

Tuhanku, kuakui: Kupakai nama-Mu,

Tetapi kubiarkan di luar Rajaku.

Engkau ketuk pintuku, kulihatlah jelas

bekas luka di tangan dan muka yang welas.

Sebab dosaku jua terkancing pintuku;

dan ‘Kau sabar menunggu kubuka hatiku.

Engkau menyapa daku dengan lemah lembut:

“Untukmu t’lah kutahan derita kemelut.

Beginikah caramu menyambut Tuhanmu?”

O Yesus, b’rilah ampun! Masuki hatiku.

NKB 10 – Dari Kungkungan Malam Gelap

Dari kungkungan malam gelap

Yesus, Tuhan, ‘ku datanglah;

masuk ke dalam t’rang-Mu tetap

Yesus, ‘ku datanglah.

Dari sengsara, sakit, dan aib,

masuk ke dalam kasih ajaib.

Dan kurindukan dosaku raib,

Yesus, ‘ku datanglah.

Dari hidupku yang bercela,

Yesus, Tuhan, ‘ku datanglah;

masuk ke dalam t’rang mulia,

Yesus, ‘ku datanglah.

Dari gelombang bah menderu,

masuk ke dalam kasih teduh

dan kutinggalkan susah, keluh,

Yesus, ‘ku datanglah.

Dari gelisah, angkuh, sesat,

Yesus, Tuhan, ‘ku datanglah;

masuk ke dalam naungan berkat,

Yesus, ‘ku datanglah.

Dari kecewa, hati sendu,

masuk ke dalam t’rang kasih-Mu

dan sukacita pun milikku,

Yesus, ‘ku datanglah.

Dari derita ‘kan maut seram,

Yesus, Tuhan, ‘ku datanglah;

masuk ke dalam rumah senang,

Yesus, ‘ku datanglah.

Dari gelora yang menerjang,

masuk ke dalam damai tenang

dan wajah-Mu terus kujelang,

Yesus, ‘ku datanglah.

NKB 11 – Ya Yesus, Tebuslah Seg’nap Dosaku

Ya Yesus, tebuslah seg’nap dosaku.

‘Ku rindu ‘Kau tinggal t’rus di hatiku.

Enyahkan berhala dan musuh keji

dan basuhlah daku menjadi bersih.

Hatiku ‘kan bak salju persih,

kar’na darah-Mu membasuhku bersih.

Ya Yesus, sekarang tolong diriku,

supaya berpaut tetap pada-Mu.

Dosaku membuat hatiku pedih,

oh, basuhlah daku menjadi bersih.

Ya Yesus, dengarkanlah permohonanku,

kunantikan Dikau pada salib-Mu.

Demi kes’lamatan, darah-Mu Kaub’ri,

oh, basuhlah daku menjadi bersih.

Ya Yesus, Kaulihat ‘ku menanti-Mu

seg’ra datanglah dan tebus hidupku.

Kasih-Mu besar, indah, dan abadi,

oh, basuhlah daku menjadi bersih.

NKB 12 – O Tuhanku, ‘Kau Datang Ke Dunia

O Tuhanku, Kau datang ke dunia,

untuk menghapus dosa umat-Mu.

Bagai seekor rusa yang dahaga,

pada-Mu, Tuhanku, merindu hatiku.

Aku berserah, ya Tuhan, pada-Mu,

kub’rikan bagi-Mu seluruh hidupku.

‘Ku bersedih kar’na tekanan dosa

dan jiwaku terkungkung dalam g’lap.

Kini berikan damai dan sentosa,

Tahirkan diriku dan dosa pun lenyap.

O Roh Kudus, berikanlah karunia,

hancurkan kuasa setan dalamku.

Jadilah pandu dan terang s’lamanya

dan bagi Tuhanku siapkan hatiku.

Bila kelak berakhirlah dunia,

di sisi-Mu ‘ku akan berteduh.

Dan kini bak peronda yang berjaga,

begitu jiwaku menanti datang-Mu.

NKB 13 – O Allahku, Jenguklah Diriku

O Allahku, jenguklah diriku,

ujilah hati dan pikiranku.

Aku telah berdosa dan cemar,

sucikan dan jadikanku benar.

Pujianku tetaplah bagi-Mu,

kar’na Kauhapus dosa-dosaku.

Nyatakanlah firman-Mu yang kudus,

agar kujunjung nama-Mu terus.

Ya Tuhanku, hidupku t’rimalah,

kasih yang murni, o curahkanlah.

Taklukkanlah dendam dan nafsuku,

Tinggallah ‘Kau tetap di hatiku.

O Roh Kudus, bangkitkan jiwaku,

mari berkarya dalam hidupku.

Firman-Mulah tumpuan yang teguh,

dan kudambakan rahmat-Mu penuh.

NKB 14 – Jadilah, Tuhan, Kehendak-Mu!

Jadilah, Tuhan, kehendak-Mu!

Kaulah Penjunan, ku tanahnya.

Bentuklah aku sesuka-Mu,

‘kan kunantikan dan berserah.

Jadilah, Tuhan, kehendak-Mu!

Tiliklah aku dan ujilah.

Sucikan hati, pikiranku

dan di depan-Mu ‘ku menyembah.

Jadilah, Tuhan, kehendak-Mu!

Tolong, ya Tuhan, ‘ku yang lemah!

S’gala kuasa di tangan-Mu;

jamahlah aku, sembuhkanlah!

Jadilah, Tuhan, kehendak-Mu!

S’luruh hidupku kuasailah.

Berilah Roh-Mu kepadaku,

agar t’rang Kristus pun nyatalah.

posted under | 0 Comments
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Followers

    FriendFinder

    Share |

    TOP TEN

    Free Domain

    CO.CC:Free Domain

Recent Comments